Sabtu, 04 April 2009

NU NETRAL DALAM PEMILU 2009

Sedikitnya seratus kiai Nahdlatul Ulama [NU] kembali menegaskan netralitas Nahdlatul Ulama dalam percaturan politik praktis. Penegasan tersebut merupakan salah satu hasil dari Silaturrahmi Nasional Ulama Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Edi Mancoro Gedangan Tuntang Kabupaten Semarang. Para kiai sepakat untuk mengembalikan fungsi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang berkhidmat pada masalah umat sebagaimana keputusan khittah Nahdlatul Ulama 1926 . Para kiai menghimbau para politisi yang bersaing pada Pemilu 2009 untuk tidak memanfaatkan simbol Nahdlatul Ulama dalam kampanye. Warga Nahdliyyin bebas menentukan pilihan. Silaturrahmi dipimpin oleh KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dari Rembang . Sejumlah kiai yang hadir, KH Masruri Mughni (Brebes) , KH Tsabit (Jember) , KH Abdul Muhaimin (Yogyakarta) , KH Abdurrahman Khudlori (Magelang) , KH Muhlas Dimyati (Cirebon) , KH Dimyati Rois (Kendal) , KH Dian Nafi' (Solo) , KH Muad Thohir (Pati) , KH Abdul Aziz Mansur (Jombang) , KH Miftahul Ahyar (Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur) , KH An'im Mahrus (Kediri) , KH Abdul Hayyi (Jakarta) serta kiai lainnya. Pertemuan yang dihadiri kiai dari berbagai daerah ini menghasilkan lima butir rekomendasi yang mengacu pada netralitas Nahdlatul Ulama dari politik praktis. Sumber: http://tempointeraktif.com . (forum-politisi.org/arsip/article.php

Tidak ada komentar:

Posting Komentar